Media Berita Pasuruan — Seorang peternak sapi bernama Sueb (46), warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tewas tertimbun longsor saat berusaha menyelamatkan ternaknya, Jumat malam (5/12/2025).
Korban meninggal dunia setelah tertimpa material longsoran tebing ketika menggiring sapi terakhir keluar dari kandang.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tutur sejak sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor susulan dari tebing yang berada di sekitar kandang sapi milik korban.
Longsor Terjadi Saat Korban Menggiring Sapi Terakhir
Kepala Sub Bagian Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, warga sempat menyadari adanya pergeseran tanah di sekitar lokasi kandang. Menyadari bahaya tersebut, Sueb berinisiatif memindahkan lima ekor sapinya ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga : Menjaga Nyala Rasa di Gang Pabean, Generasi Ketiga Penerus Sop Buntut Legendaris Surabaya
“Korban sempat berhasil memindahkan empat ekor sapi. Namun saat menggiring sapi terakhir, tiba-tiba terjadi longsor susulan yang menimbun korban,” ujar Iptu Joko Suseno.
Material longsoran berupa tanah, batu, dan lumpur langsung menimpa tubuh korban sehingga membuatnya tidak sempat menyelamatkan diri. Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha memberikan pertolongan, namun korban sudah tertimbun cukup dalam.
Evakuasi Berlangsung Dramatis
Proses evakuasi korban dilakukan oleh warga bersama tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan BPBD Kabupaten Pasuruan. Evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi tanah masih labil dan hujan belum sepenuhnya reda.
Setelah dilakukan penggalian selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.
“Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dugaan sementara korban meninggal akibat tertimbun material longsor,” tambah Iptu Joko.
Warga Dihantui Ancaman Longsor Susulan
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Sueb dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menggantungkan hidup dari beternak sapi. Kepergiannya secara mendadak membuat istri dan anak-anaknya terpukul.
Pihak kepolisian bersama BPBD masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah lereng Gunung Bromo dan sekitarnya masih cukup tinggi.
Imbauan Waspada di Musim Hujan
Polres Pasuruan mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga diminta segera mengungsi apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan di sekitar rumah atau kandang.
“Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri untuk menyelamatkan harta benda jika kondisi sudah tidak memungkinkan,” tegas Iptu Joko.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana alam di wilayah rawan longsor, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini.






